Usai melahirkan, baby blues memang kerap dialami para ibu. Tetapi jangan salah, jika terjadi dalam waktu berkepanjangan, bukan lagi baby blues yang Anda alami tetapi depresi pasca melahirkan.
Seperti penuturan psikolog anak dan keluarga Roslina Verauli M.Psi, 2 minggu sampai 2 bulan pasca melahirkan, ibu bisa saja mengalami baby blues. Penyebab kondisi ini di antaranya perubahan hormon, kurang tidur, kelelahan, dan kondisi anak yang tak sesuai ekpektasi si ibu.
"Tapi kalau dua bulan masih belum membaik, patut diwaspadai bukan baby blues yang dialami tetapi depresi pasca melahirkan," kata Vera, begitu ia akrab disapa saat dihubungi detikHealth, Senin (8/9/2014).
Saat depresi, dikatakan Vera emosi ibu bisa meledak-ledak, mood-nya buruk, tidak bergairah untuk melakukan sesuatu, terlalu sering tidur atau malah kurang tidur, serta lebih banyak makan atau justru tidak ingin makan hingga mengalami perubahan berat badan drastis.
"Kalau mood sudah jelek kadang juga ibunya nggak pengen ngurus anak bahkan bisa ingin membunuh anaknya," lanjut psikolog yang praktik di RS Pondok Indah ini.
Vera menegaskan gejala dari depresi pasca melahirkan sulit dideteksi oleh penderitanya. Oleh karena itu butuh kepekaan dari orang sekitar seperti keluarga, pasangan, dan teman supaya dilakukan penanganan lebih lanjut.
"Maka dari itu, keluarga, pasangan, teman, harus lebih peka dengan kondisi ibu setelah melahirkan dan jangan lupa beri si ibu ini dukungan biar setelah punya anak dia bisa tetap happy," tegas Vera.
Adakah yang pernah mengalami? boleh di share kok disini
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)

Post a Comment